animasi

Minggu, 13 November 2011

Perhiasan Dunia Terindah Adalah Wanita Sholehah...

sebuah berita gembira datang dari sebuah hadits Rasul bahwa Rasululloh Saw bersabda:”Seluruh dunia ini adalah perhiasan dan perhiasan terbaik di dunia ini adalah wanita yang sholehah.” (HR. an-Nasa’I dan Ahmad)
Di dalam Islam, peranan seorang istri memainkan peranan yang sangat penting dalam kehidupan berumah-tangga dan peranannya yang sangat dibutuhkan menuntutnya untuk memilih kualitas yang baik sehingga bisa menjadi seorang istri yang baik. Pemahamannya, perkataaannya dan kecenderungannya, semua ditujukan untuk mencapai keridho’an Allah Swt., Tuhan semesta Alam. Ketika seorang istri membahagiakan suaminya yang pada akhirnya, hal itu adalah untuk mendapatkan keridho’an dari Allah Swt. sehingga dia (seorang istri) berkeinginan untuk mengupayakannya.

Kualitas seorang istri seharusnya memenuhi sebagaimana yang disenangi oleh pencipta-Nya yang tersurat dalam surat Al-Ahzab. Seorang Wanita Muslimah adalah seorang wanita yang benar (dalam aqidah), sederhana, sabar, setia, menjaga kehormatannya tatkala suami tidak ada di rumah, mempertahankan keutuhan (rumah tangga) dalam waktu susah dan senang serta mengajak untuk senantiasa ada dalam pujian Allah Swt.

  Ketika seorang Wanita Muslimah menikah (menjadi seorang istri) maka dia harus mengerti bahwa dia memiliki peranan yang khusus dan pertanggungjawaban dalam Islam kepada pencipta-Nya, Allah Swt. menjadikan wanita berbeda dengan pria sebagaimana yang disebutkan dalam ayat Al-Qur’an:
”Dan janganlah kamu iri hati terhadap apa yang dikaruniakan Allah kepada sebagian yang lain. (karena) bagi laki-laki ada bagian dari apa yang mereka usahakan, dan bagi para wanita (pun) ada bagian dari apa yang mereka usahakan dan mohonlah kepada Allah sebagian dari karunia-Nya. Sesungguhnya Allah Maha Mengetahui Segala Sesuatu.” (QS. An Nisaa’ , 4:32)
  Kita dapat melihat dari ayat ini bahwa Allah Swt. membuat perbedaan yang jelas antara peranan laki-laki dan wanita dan tidak diperbolehkan bagi laki-laki atau wanita untuk menanyakan ketentuan peranan yang telah Allah berikan sebagaimana firman Allah:
“Dan tidaklah patut bagi laki-laki yang mukmin dan tidak (pula) bagi perempuan yang mukminah, apabila Allah dan Rasul-Nya telah menetapkan suatu ketetapan, akan ada bagi mereka pilihan (yang lain) tentang urusan mereka.” (QS. Al Ahzab, 33:36)
  Karenanya, seorang istri akan membenarkan Rasulullah dan akan membantu suaminya untuk menyesuaikan dengan prinsip-prinsip syari’ah (hukum Islam) dan memastikan suaminya untuk kembali melaksanakan kewajiban-kewajibannya, begitupun dengan kedudukan suami, dia juga harus memenuhi kewajiban terhadap istrinya.
Diantara hak-hak lainnya, seorang istri memiliki hak untuk Nafaqah (diberi nafkah) yang berupa makanan, pakaian dan tempat untuk berlindung yang didapatkan dari suaminya. Dia (suami) berkewajiban membelanjakan hartanya untuk itu walaupun jika istri memiliki harta sendiri untuk memenuhinya. Rasulullah Saw. Bersabda :
”Istrimu memiliki hak atas kamu bahwa kamu mencukupi mereka dengan makanan, pakaian dan tempat berlindung dengan cara yang baik.” (HR. Muslim)
Ini adalah penting untuk dicatat bahwa ketika seorang istri menunaikan kewajiban terhadap suaminya, dia (istri) telah melakukan kepatuhan terhadap pencipta-Nya, karenanya dia (istri yang telah menunaikan kewajibannya) mendapatkan pahala dari Tuhan-Nya. Rasulullah Saw. mencintai istri-istrinya karena kesholehan mereka.
Aisyah Ra. suatu kali meriwayatkan tentang kebaikan kualitas Zainab Ra., istri ketujuh dari Rosulullah Saw.,
”Zainab adalah seseorang yang kedudukannya hampir sama kedudukannya denganku dalam pandangan Rasulullah, dan aku belum pernah melihat seorang wanita yang lebih terdepan kesholehannya daripada Zainab Ra., lebih dalam kebaikannya, lebih dalam kebenarannya, lebih dalam pertalian darahnya, lebih dalam kedermawanannya dan pengorbanannya dalam hidup serta mempunyai hati yang lebih lembut, itulah yang menyebabkan ia lebih dekat kepada Allah”.
  Seperti kebesaran Wanita-wanita Muslimah yang telah dicontohkan kepada kita, patut kiranya bagi kita untuk mencontohnya dengan cara mempelajari kesuciannya, kekuatan dari karakternya, kebaikan imannya dan kebijaksanaan mereka. Usaha untuk mencontoh Ummul Mukminin yang telah dijanjikan surga (oleh Allah) dapat menunjuki kita kepada karunia surga.
Abu Nu’aim meriwayatkan bahwa Rasulullah Saw. bersabda :
“Ketika seorang wanita menunaikan sholat 5 waktu, berpuasa pada bulan Ramadhan, menjaga kehormatannya dan mematuhi suaminya, maka dia akan masuk surga dengan beberapa pintu yang dia inginkan.” (HR. Al Bukhari, Al Muwatta’ dan Musnad Imam Ahmad)
  Wahai Muslimah yang tulus, perhatikan bagaimana Nabi Saw. menjadikan sikap ta’at kepada suami sebagai dari bagian amal perbuatan yang dapat mewajibkan masuk surga, seperti shalat, puasa; karena itu bersungguh-sungguhlah dalam mematuhinya dan jauhilah sikap durhaka kepadanya, karena di dalam kedurhakan kepada suami terdapat murka Allah Swt.
Wallahu a’lam bish showab..

Jumat, 11 November 2011

muhasabah seorang wanita sholihah

Jadilah seorang wanita sholihah,
Yang hatinya dibalut rasa taqwa kepada Alloh,

Yang jiwanya penuh penghayatan terhadap Dien Alloh,

Yang senantiasa haus dengan ibadah kepada Alloh,

Yang senantiasa dahaga akan mengharap ridho Alloh

Yang sholatnya adalah bekal dirinya,

Yang tidak pernah takut untuk berkata benar,

Yang tidak pernah gentar untuk melawan nafsu,

Yang senantiasa bersama para mujahiddah Alloh…


Jadilah seorang wanita sholihah

Yang menjaga tutur katanya,

Yang tidak bermegah dengan ilmu yang dimilikinya,

Yang tidak bermegah dengan harta dunia yang dicarinya,

Yang senatiasa berbuat kebajikan karena sifatnya yang penyayang,

Yang mempunyai ramai kawan dan tidak mempunyai musuh yang bersifat jahat…

Jadilah seorang wanita sholihah

Yang menghormati suaminya.

Yang senantiasa berbakti kepada orang tua dan keluarga,

Yang bakal menjaga kerukunan rumahtangga,

Yang akan mendampingi suami dalam mendidik anak-anaknya untuk mendalami Islam,

Yang mengamalkan hidup penuh kesederhanaan,

Karena dunia baginya adalah rumah sementara menuju akhirat…


Jadilah seorang wanita sholihah,

Yang senantiasa bersedia untuk menjadi makmum imamnya

Yang hidup di bawah naungan al-Quran dan qona'ah

Yang tidak dikotori dengan perhiasan dunia

Yang menjaga matanya dari berbelanja,

Yang sujudnya penuh kesyukuran dengan rahmat Allah ke atasnya.


Jadilah seorang wanita sholihah

Yang selalu menjaga lisan, penyayang keluarga & suaminya,

Matanya kepenatan karena membaca al-Quran,

Suaranya lesu karena penat berzikir,

Tidurnya lelap dengan cahaya keimanan,

Bangunnya Subuh penuh kesigapan

Karena dia sadar betapa indahnya menjadi wanita sholihah melebihi perhiasan apapun didunia

Semakin sadar bertambah usianya bertambah kematangannya


Jadilah seorang wanita sholihah

Yang senantiasa mengabdikan diri untuk menjadi mujahiddah Alloh

Yang baginya hidup di dunia adalah ladang akhirat,

Yang mana buah kehidupan itu perlu dipelihara dan dijaga,

Agar tumbuh putik tunas yang bakal menjaga dirinya di alam baqo'

Meneruskan perjuangan Islam sebelum hari kemudian.


Jadilah seorang wanita sholihah

Yang tidak terpesona dengan buaian dunia,

Karena dia memimpikan syurga Alloh.

Semoga senantiasa dirahmati-Nya... Aamiin...

Flickr