Your Life Is Your Choice
Sekolah merupakan suatu tempat dimana kita dapat meraih prestasi setinggi mungkin. Tempat kita memberi kontribusi bagi perubahan peradaban masa depan. Masa-masa remaja terkadang sulit untuk ditebak. Entah apa yang mereka fikirkan saat ini;untuk apa mereka sekolah;belajar dan membaca se-tumpukan buku-buku pelajaran dan pengetahuan? Bahkan tidak sedikit murid disaat liburan menghabiskan waktunya untuk bersenang-senang tanpa mereka berfikir apakah hal yang mereka lakukan itu bermanfaat atau sebaliknya.
Hari ini kita dipertontonkan dengan kondisi murid-murid disekolah yang prestasinya menurun karena murid aktif di berbagai organisasi, namun tidak mengatur waktunya dengan disiplin. Faktanya, tidak sedikit murid sekolah yang aktif berorganisasi kemudian prestasi sekolahnya menurun. Kalau kemudian realita ini tidak dicarikan solusinya, maka tidak menutupi kemungkinan adik-adik kelas kita akan enggan berorganisasi karena yang mereka lihat kakak kelasnya memiliki prestasi yang memprihatinkan. Yang harus dipahami bahwa pilihan menjadi sukses di bangku sekolah dan aktif di organisasi bukan suatu yang saling berlawanan dan saling mengorbankan satu sama lainnya, justru keduanya saling mengisi.
Lain lagi dengan rutinitas murid yang berprestasi. Padahal untuk menjadi seorang murid yang kita anggap ‘super’ itu memerlukan proses yang panjang. Pada dasarnya kita memiliki kemampuan dan otak yang sama dan kita lah yang berhak mengolah lagi kemampuan yang telah diberikan oleh Allah SWT tersebut. Sering ketika melihat murid yang kita anggap ‘super’ itu menjawab soal sesulit apapun ia dapat menjawabnya dengan mudah, bahkan ia dapat menemukan jawaban dari soal tersebut. Lalu, mengapa ada murid yang harus mengulang-ulang membaca soal sampai dia memahami soal tersebut bahkan ada juga yang tidak memahami maksud soal itu. Kemudian mengapa hal tersebut dapat terjadi?
Alasannya sangat sederhana, murid yang memang kita anggap ‘super’ itu sangat ideal dalam pengaturan waktunya. Membaca buku merupakan salah satu penambah pengetahuan bagi mereka. Namun, juga merupakan kebiasaan yang mereka lakukan secara konsisten.
Murid yang kita anggap ‘super’ ini juga memiliki kebiasaan yang mendarah daging dalam tubuhnya; pertama, Niat. Niat yang benar sangat diperlukan bagi seorang murid. Jika sampai salah dalam berniat, entah apa yang akan ia lakukan dan dapatkan dari aktivitasnya di sekolah dan aktivitasnya di luar sekolah. Kedua, Strategi Belajar. Strategi belajar yang tepat sehingga dapat mengakses lebih banyak dari daya ingatannya. Ketiga, Keberanian yang terukur. Maksudnya berani dengan bekal ilmu dan pemahaman. Berani menghadapi tantangan demi cita-cita besar yang ingin dicapai. Hanya dengan keberanianlah tantangan demi tantangan didepan kita akan terasa lebih ringan. Keempat, Time Management. Jika seorang murid menempatkan aktivitasnya sesuai dengan waktu maka seorang murid akan lebih mudah dalam menyelesaikan aktivitasnya dan disiplin. Lebih baik kita belajar 3x1 jam dari pada 1x3 jam. Kelima, Keyakinan dan Optimis. Yakin dan optimis sangat dibutuhkan bagi setiap pelajar. Saat ujian berlangsung keyakinan akan membuat seseorang itu percaya dengan dirinya dan kemampuannya sehingga membantunya dalam meyakinkan jawabannya. Keenam, Usaha dan Do’a. Kedua inilah yang memang sangat kita maksimalkan dan seimbangkan untuk melahirkan keinginan yang ingin dicapai.
Hidup ini adalah pilihan. Hanya saja setiap pilihan pasti ada konsekuensinya. Tidak sembarangan. Harus dipikir masak-masak. Jangan sampai salah memilih, karena akibat dari pilihan yang salah juga akan sangat menakutkan. Namun, pilihannya benar maka hasilnya akan sangat membahagiakan. Dan tak lupa ketahanan mental dan karakter yang kuat haruslah dimiliki agar kesuksesan dapat diraih. Bersamaan dengan rasa yakin dan optimis yang menancap kuat dalam diri kita teruslah melakukan perbaikan dan evaluasi agar kegagalan hari ini tidak terulang di kemudian hari. Dan teruslah berusaha dan berdo’a untuk menjadi murid yang berprestasi.